Posted by : Unknown Sabtu, 18 Mei 2013








https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuR_rE3QRlqOWeWpcPzj2Plhoh1QjNIKT1XmBoQQnFe-R5TxMpV-LD_pYzqxOIUKyyM3_T_UDddaCLwopT0cZc2WtE25SXGE1CQcDfZAKKrgT5UUfzyudxKc9vlKsM0kLnbJmM_ycD8kmQ/s1600/5.png
Salah satu yang paling ditunggu-tunggu dalam jagad dunia TIK menjelang habisnya bulan April adalah peluncuran Ubuntu rilis terbaru. Dan sesuai jadwal, Canonical merilis Ubuntu 13.04 Raring Ringtail pada 25 April 2013 lalu. Pada rilisan kali ini, Ubuntu masih fokus dalam melayani pengguna desktop dan laptop.
Adapun gubahan yang dilakukan Canonical dalam Raring Ringtail fokus pada penguatan inti sistem operasi dan penghalusan antarmuka Unity, aplikasi antarmuka untuk lingkungan desktop GNOME. Mereka juga memperbaharui paket-paket aplikasi dan beberapa fitur Ubuntu. Beberapa paket aplikasi yang diperbaharui antara lain Firefox, LibreOffice yang lebih cepat dan lebih stabil, dan Python. Canonical juga melakukan pembaharuan kernel dari Linux 3,5 Kernel menjadi Linux 3,88 Kernel.
Canonical mengklaim Raring Ringtail lebih cepat dan responsif dibandingkan pendahulunya. Pasalnya, yayasan besutan Mark Shuttleworth ini banyak merekayasa inti pustaka sistem operasi ini dengan tujuan mengurangi kinerja CPU dan penggunaan sistem memori serta penajaman pada antarmuka Unity. Hal ini juga berdampak pada pengurangan konsumsi energi listrik. Dengan begitu, Ubuntu akan mampu berjalan dalam perangkat dengan memori RAM yang lebih sedikit dan prosesor yang lebih lemah.
Dirilis dari ExtremeTech.com, pembenahan ini guna mempersiapkan niat Ubuntu yang akan terjun ke ranah ponsel cerdas (smartphone) dan tablet pada rilis selanjutnya. Rencananya, Ubuntu 13.10 Saucy Salamander akan memulai debutnya menyusul Android dan iOS yang telah lebih dulu hadir.
Rencana ini patut diapresiasi. Pasalnya, dari sekian banyak Linux yang beredar di dunia, baru Ubuntu yang memutuskan untuk terjun dalam ranah ponsel cerdas dan tablet. Keputusan ini juga tampaknya didorong oleh semakin sedikitnya pengguna PC dan semakin merebaknya penggunaan perangkat bergerak yang lebih ringkas.
Kembali ke Ubuntu 13.04, penggunanya menilai bahwa banyak fitur dan tampilan yang berubah dibandingkan pendahulunya Ubuntu 12.04. Salah satu ulasan datang dari Abhishek Prakash, pembuat laman It's FOSS yang juga pencinta Linux.
Abhishek menilai salah satu perubahan yang paling tampak adalah ikon-ikon di Ubuntu 13.04. "Ikon-ikon ini tampak lebih kalem dibandingkan pendahulunya," tulisnya.
Perubahan lainnya adalah Nautilus File Manager. Dalam Ubuntu 13.04, Nautilus berubah nama menjadi "Files". Dengan perubahan ini, Files tampak sempurna diintegrasikan dengan Unity. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan "Backspace" untuk kembali ke data-data sebelumnya. Pasalnya, Ubuntu 13.04 meniadakan hal ini.
Opsi Turn Off juga mengalami perubahan dalam Ubuntu rilis ini. "Lebih halus dan terintegrasi sangat baik dengan lingkungan Unity," papar Abhishek. Lebih lanjut, dia menulis bahwa Ubuntu 13.04 hanya menyediakan 2 opsi untuk mematikan komputer, yaitu: Shut Down dan Restart. Untuk menampilkan opsi lain, pengguna harus menekan tombol power agak lama. Dengan begitu, Ubuntu 13.04 akan menampilkan opsi Lock, Hibernate, dan Suspend, beserta opsi Shut Down dan Restart.
Ubuntu 13.04 juga merubah beberapa menu. Salah satunya adalah Sync Menu yang sudah ada sejak Ubuntu 12.10. Menu ini memungkinkan pengguna untuk menyamakan data antara komputer pengguna dan layanan Ubuntu One, layanan penyimpanan awan milik Canonical. Ke depannya, menu ini akan mampu menyamakan data dengan layanan awan lainnya semisal Dropbox.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Semangat The Blues - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -