
Salah satu yang paling ditunggu-tunggu dalam jagad dunia TIK menjelang
habisnya bulan April adalah peluncuran Ubuntu rilis terbaru. Dan sesuai
jadwal, Canonical merilis Ubuntu 13.04 Raring Ringtail pada 25 April 2013 lalu. Pada rilisan kali ini, Ubuntu masih fokus dalam melayani pengguna desktop dan laptop.
Adapun gubahan yang dilakukan Canonical dalam Raring Ringtail fokus
pada penguatan inti sistem operasi dan penghalusan antarmuka Unity,
aplikasi antarmuka untuk lingkungan desktop GNOME. Mereka juga
memperbaharui paket-paket aplikasi dan beberapa fitur Ubuntu. Beberapa
paket aplikasi yang diperbaharui antara lain Firefox, LibreOffice yang
lebih cepat dan lebih stabil, dan Python. Canonical juga melakukan
pembaharuan kernel dari Linux 3,5 Kernel menjadi Linux 3,88 Kernel.
Canonical mengklaim Raring Ringtail lebih cepat dan responsif
dibandingkan pendahulunya. Pasalnya, yayasan besutan Mark Shuttleworth
ini banyak merekayasa inti pustaka sistem operasi ini dengan tujuan
mengurangi kinerja CPU dan penggunaan sistem memori serta penajaman pada
antarmuka Unity. Hal ini juga berdampak pada pengurangan konsumsi
energi listrik. Dengan begitu, Ubuntu akan mampu berjalan dalam
perangkat dengan memori RAM yang lebih sedikit dan prosesor yang lebih
lemah.
Dirilis dari ExtremeTech.com, pembenahan ini guna mempersiapkan niat Ubuntu yang akan terjun ke ranah ponsel cerdas (smartphone)
dan tablet pada rilis selanjutnya. Rencananya, Ubuntu 13.10 Saucy
Salamander akan memulai debutnya menyusul Android dan iOS yang telah
lebih dulu hadir.
Rencana ini patut diapresiasi. Pasalnya, dari sekian banyak Linux yang
beredar di dunia, baru Ubuntu yang memutuskan untuk terjun dalam ranah
ponsel cerdas dan tablet. Keputusan ini juga tampaknya didorong oleh
semakin sedikitnya pengguna PC dan semakin merebaknya penggunaan
perangkat bergerak yang lebih ringkas.
Kembali ke Ubuntu 13.04, penggunanya menilai bahwa banyak fitur dan
tampilan yang berubah dibandingkan pendahulunya Ubuntu 12.04. Salah satu
ulasan datang dari Abhishek Prakash, pembuat laman It's FOSS yang juga pencinta Linux.
Abhishek menilai salah satu perubahan yang paling tampak adalah
ikon-ikon di Ubuntu 13.04. "Ikon-ikon ini tampak lebih kalem
dibandingkan pendahulunya," tulisnya.
Perubahan lainnya adalah Nautilus File Manager. Dalam Ubuntu 13.04,
Nautilus berubah nama menjadi "Files". Dengan perubahan ini, Files
tampak sempurna diintegrasikan dengan Unity. Satu hal yang perlu
diperhatikan adalah penggunaan "Backspace" untuk kembali ke data-data sebelumnya. Pasalnya, Ubuntu 13.04 meniadakan hal ini.
Opsi Turn Off juga mengalami perubahan dalam Ubuntu rilis ini. "Lebih
halus dan terintegrasi sangat baik dengan lingkungan Unity," papar
Abhishek. Lebih lanjut, dia menulis bahwa Ubuntu 13.04 hanya menyediakan
2 opsi untuk mematikan komputer, yaitu: Shut Down dan Restart. Untuk
menampilkan opsi lain, pengguna harus menekan tombol power agak lama. Dengan begitu, Ubuntu 13.04 akan menampilkan opsi Lock, Hibernate, dan Suspend, beserta opsi Shut Down dan Restart.
Ubuntu 13.04 juga merubah beberapa menu. Salah satunya adalah Sync Menu
yang sudah ada sejak Ubuntu 12.10. Menu ini memungkinkan pengguna untuk
menyamakan data antara komputer pengguna dan layanan Ubuntu One,
layanan penyimpanan awan milik Canonical. Ke depannya, menu ini akan
mampu menyamakan data dengan layanan awan lainnya semisal Dropbox.


